Relationship between Floating Net Cage Farmers and Bosses in Haranggaol Horisan, Simalungun Regency, North Sumatra, Indonesia

Authors

  • Uly Artha Saragih Universitas Negeri Medan
  • Erond L.Damanik Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.37950/joc.v4i1.638

Abstract

Abstract:

The study aims to understand the forms of social and economic relationships between floating net

cage (FNC) farmers and bosses (tauke), as well as their impact on farmers’ welfare and the

management of fair and sustainable FNC enterprises in Haranggaol Horisan Village, Simalungun

Regency. The research employs a qualitative method with a descriptive approach through

observation, in-depth interviews, and documentation. The informants consist of independent FNC

farmers, FNC farmers partnered with bosses, members of fisheries associations, and the local

village head. The results show two main types of relationships between farmers and bosses: bonded

partnership relations and independent relations. Farmers who are bound to tauke experience a

high level of dependency since all production needs are supplied by the tauke under a post-harvest

payment system, while the selling price of fish is unilaterally determined by the tauke, weakening

the farmers’ bargaining position. Conversely, independent farmers possess greater economic

autonomy but face higher market risks. Such unequal relationships create a socio-economic

structure that benefits the tauke while disadvantaging small-scale farmers. This study

recommends strengthening farmers’ institutions through the establishment of cooperatives,

government intervention in price regulation and access to capital, and ensuring transparency in

partnership agreements to create more equitable relationships, improve farmers’ welfare, and

maintain the economic sustainability of fisheries in the Haranggaol Horisan area.

Keywords: relations, socio-economic, floating net cage, bosses

References

Referensi

Adam, Lukman. (2016). Telaah kebijakan perlindungan nelayan dan pembudi daya ikan

di Indonesia. Kajian, 20(2), 145–162.

Andriani, Gita Wahyu., Hasibuan, M Rizky., Damanik, Riska Handayani., dan Hasibuan,

Abdurrozzaq. (2023). Dampak budidaya keramba jaring apung terhadap

lingkungan Danau Toba di kabupaten Simalungun. Criss-border, 6(2), 1113-1119.

Damanik, Erond L. (2023). Tolu Sahundulan & Lima Saodoran: Struktur dan Fungsi

Kekerabatan Triangular dan Pentagonal Simalungun. Medan: Simetri Institute.

Damanik, Erond L. (2018). Potret Simalungun tempoe doeloe: Menafsir kebudayaan lewat foto.

Medan: Simetri Institute.

Damanik, Erond L. (2016). Ritus peralihan: Upacara adat Simalungun seputar kelahiran,

perkawinan, penghormatan kepada orangtua dan kematian. Medan: Simetri Institute.

Fatimah, Sri., Syazanani, T., Yusuf, Mutiara., dan Hasibuan, Abdurrozzaq. (2023).

Pemanfaatan dan dampak budidaya keramba jaring apung terhadap lingkungan

di Kecamatan Haranggaol. Cross-border, 6(2), 1048–1054.

Journal of Citizenship Volume 1, Issue 1, Mei 2025

E-ISSN 2829-6028

Kaufman, Robert R. (1974). The patron-client concept and macro-politics: Prospects and

problems. Comparative Studies in Society and History, 16(3), 284–308.

http://www.jstor.org/stable/178267

Harefa, Winda., Hendrik., dan Darwis. (2021). Perbandingan pendapatan pemilik

keramba jaring apung (KJA) ikan nila dan ikan mas skala kecil di Kelurahan

Haranggaol Kecamatan Haranggaol Horison Kabupaten Simalungun Provinsi

Sumatera Utara. Jurnal Sosial Ekonomi Pesisir, 2(2), 7–15.

Mulyati, Tri. (2022). Peran tauke dalam meningkatkan pendapatan petani pinang dalam

perspektif ekonomi Islam di Kelurahan Seberang Tembilahan (Disertasi Doktor, STAI

Auliaurrasyidin Tembilahan).

Nuraini, Majid Nazory., dan Agusriandi. (2023). Relasi sosial ekonomi antara petani

dengan tokeh kelapa di Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh Kabupaten

Indragiri Hilir Provinsi Riau. jurnal Riset Rumpun Ilmu Ekonomi, 2(2), 304–321.

https://doi.org/10.55606/jurrie.v2i2.1813

Raco, Jozef. (2010). Metode penelitian kualitatif: Jenis, karakteristik, dan keunggulannya.

Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

Scott, James C. (1972). Patron-client politics and political change in Southeast Asia. The

American Political Science Review, 66(1), 91–113. https://doi.org/10.2307/1959280

Sibarani, Adinda Azima Riskiya., Anisa., Aprida., Dea., Lutfiah., Asiyah, Nur., Rahmi.,

Sandiyatun., Silvina., Wanda., dan Ayu, Delfriana. (2023). Hubungan stratifikasi

sosial terhadap variabel ekonomi pada masyarakat nelayan. Jurnal Kolaboratif

Sains, 6(7), 552–559.

Sidiq, Umar., dan Choiri, Miftachul. (2019). Metode penelitian kualitatif di bidang pendidikan.

Ponorogo: CV Nata Karya.

Siregar, Rizky Pandapotan., Kusai., dan Nugroho, Firman. (2020). Analisis pendapatan

dan tingkat kesejahteraan rumah tangga pembudidaya keramba jaring apung

(KJA) di Kecamatan Haranggaol Horison Kabupaten Simalungun Provinsi

Sumatera Utara. Jurnal Sosial Ekonomi Pesisir, 1(3), 68–75.

Sugiyono. (2015). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.

Bandung: Alfabeta.

Suyanto, Bagong., dan Sutinah. (2023). Metode penelitian sosial. Jakarta: Kencana.

Downloads

Published

2026-01-22

Issue

Section

Articles