Peraturan Kewajiban Penggunaan Hijab di Sekolah Negeri Bagi Siswi Non-Muslim Sebagai Subjek Religiusitas: Studi Kasus SMK Negeri 2 Kota Padang

Authors

  • Shifa Selfiani Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Salma Maisyatul Hairiyah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Mutiara Irma Maulida Universitas Sultan Ageng Tirtayasa https://orcid.org/0000-0002-6357-2773

DOI:

https://doi.org/10.37950/joc.v2i2.357

Keywords:

Hijab, Intolerance, Deconstruction

Abstract

Abstract: Hijab being very sentimental and crucial because as muslim, hijab is considered an obligation like what Allah mention in the Qur’an with the aim of getting peace when practicing a religion. However, forcing the use of the hijab is no longer part of practicing religious teachings but rather using religion to vent their ego so that it is ingrained as a cultural practice especially in Indonesia today. This paper was made using a falsification test with the aim of examining whether the concept of the hijab that has been imprinted so far is still relevant to the current conditions and social context of society. On this journal we would like to inform how big the impact that generated by the construction of the majority thought the rule of one form and fit will come with a culture rooted in society. Then the conclusion is drawn that hijab should adapt to the context of modernity in this era of globalization. 

Keywords: Hijab, Intolerance, Deconstruction

 

Abstrak: Hijab menjadi suatu hal yang sangat sentimental dan krusial karena sebagai umat muslim hijab dianggap sebagai suatu kewajiban seperti apa yang sudah disebutkan Allah dalam Al-Qur’an dengan tujuan mendapatkan kedamaian ketika mengamalkan suatu agama. Namun pemaksaan penggunaan hijab bukan lagi bagian dari pengamalan ajaran agama melainkan menggunakan agama untuk melampiaskan ego mereka sehingga sudah mendarah daging sebagai suatu praktik budaya terutama di Indonesia saat ini. Tulisan ini dibuat menggunakan uji falsifikasi dengan tujuan mengkaji apakah konsep hijab yang sudah terpatri selama ini masih relevan dengan kondisi dan konteks sosial masyarakat saat ini. Pada jurnal ini kami memperlihatkan seberapa besar dampak yang dihasilkan oleh kelompok mayoritas terhadap konstruksi pemikiran masyarakat salah satunya bentuk supremasi akan hijab yang kemudian membaur bersama budaya yang mengakar di masyarakat. pada kemudian ditarik kesimpulan bahwa hijab seharusnya beradaptasi dengan konteks modernitas di era globalisasi ini.

Kata kunci: Hijab, Intoleransi, Dekonstruksi.

References

Ancok, D. & Fuad N.,S. (2005). Psikologi Islam solusi Islam atas problem-problem psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Bayukarizki, S. M., & Soleman, N. (2021). Intoleransi Pendidikan di Indonesia Menurut Pandangan Islam. JUANGA: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan, 1-10.

Craig, E. (2005). The shorter Routledge encyclopedia of philosophy. Routledge.

El Hafiz, S., & Aditya, Y. (2021). Kajian Literatur Sistematis Penelitian Religiusitas di Indonesia: Istilah, Definisi, Pengukuran, Hasil Kajian, serta Rekomendasi. Indonesian Journal for The Psychology of Religion, 1(1), 1–22.

Munawar, Y. W. (2020). Sejarah jilbab di Indonesia tahun 1970-2015 (Doctoral dissertation, UIN Sunan Gunung Djati Bandung).

Nuroniyah, W. (2017). Dekonstruksi Hijab (Kajian Sosio-Historis terhadap Konstruksi Hukum Hijab dalam Islam). Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 11(2), 263-280.

Rohmatin, T. Kebangkitan hijab di akhir abad 20; kajian tentang pemikiran Leila Ahmed (Bachelor's thesis, Jakarta: Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah).

Wati, E. A. F. TELAAH HUKUM HIJAB: STUDI HERMENEUTIKA NEGOSIASI KHALED M. ABOE EL-FADL.

Oktifuadi, K. (2012). Internalisasi nilai-nilai religiusitas dan kedisiplinan siswa di SMK Negeri Jawa Tengah Kota Semarang. Skripsi,(Semarang: UIN Walisongo, 2018).

Ashadi, A. (2017). Muslim Paruh Waktu di SMAN 6 dan SMKN 2 Kota Padang. Religió: Jurnal Studi Agama-agama, 7, 205-236.

Rangkuti, A. (2017). Konsep keadilan dalam perspektif Islam. TAZKIYA: Jurnal Pendidikan Islam, 6(1).

Umardani, A. (2019). Pengaruh Tirani Terhadap Pemikiran Islam (Studi Analisis Pemikiran Muhammad Syahrur). Jurnal Hukum Islam, 17(1), 40-59.

Jati, W. R. (2021). RELASI ANTAR UMAT MAYORITAS DAN MINORITAS: STUDI MASYARAKAT TIONGHOA DI SURABAYA. Harmoni, 20(2), 276-292.

Warsah, I., Avisa, A., & Anrial, A. (2020). Pola Komunikasi Antar Umat Beragama Masyarakat Desa Sindang Jaya, Rejang Lebong, Bengkulu. Jurnal Ilmiah Ar-Risalah: Media Ke-Islaman, Pendidikan dan Hukum Islam, 18(2), 283-307.

Downloads

Published

2023-11-30

Issue

Section

Articles