Relasi Kuasa Dalam Politisasi Laut di Pelabuhan Karangantu Serang, Banten

Authors

  • Arie Prastyo Utama Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • M. Dian Hikmawan Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

DOI:

https://doi.org/10.37950/ijd.v5i1.405

Keywords:

Power Relations, Local Politics, Maritime Politicization, Local Bosses

Abstract

Abstract

The emergence of local political elites has had a lot of influence on the process of managing natural, economic, social and political resources in Karangantu Serang Port, Banten. This group, which is commonly known as the local bok, has the power to regulate fishing business activities in the process of looking for fish to the selling process. This research seeks to see how the process of power relations created by local boss groups in managing marine resources to create a phenomenon of politicization of the sea in Karangantu Serang Port, Banten. This research was assisted by the theory of power relations by Faucoult and the theory of local bosses from Sidel, using the case study method to see this phenomenon directly and concretely, collecting data through observation and interviews which were written in the form of descriptive qualitative research. The results of the study show that the local boss groups use their social status, power and wealth to build a relationship with several fishermen groups in Karangantu, control and share fishing spots in the sea through the power relations they create with several fishermen groups, classifying themselves as group of investors for other fishermen, to create a cooperation that benefits them as a local boss group.

Keywords: Power Relations, Local Politics, Maritime Politicization, Local Bosses

 

Abstrak

Kemunculan elite politik lokal telah memberi banyak pengaruh pada proses berjalannya pengelolaan sumber daya alam, ekonomi, sosial dan politik di Pelabuhan Karangantu Serang, Banten. Kelompok yang biasa disebut dengan sapaan bos lokal ini memiliki kekuasaan yang mengatur akivitas bisnis nelayan dalam proses mencari ikan hingga proses penjualan. Penelitian ini berusaha untuk melihat bagaimana proses berjalannya relasi kuasa yang diciptakan oleh kelompok bos lokal dalam mengelola sumber daya laut hingga menciptakan sebuah fenomena politisasi laut di Pelabuhan Karangantu Serang, Banten. Penelitian ini dibantu dengan teori relasi kuasa oleh Faucoult dan teori bos lokal dari Sidel, menggunakan metode studi kasus untuk melihat fenomena tersebut secara langsung dan nyata, mengumpulkan data melalui proses observasi dan wawancara yang ditulis dalam bentuk penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok bos lokal menggunakan status social, power, dan kekayaan mereka untuk membangun sebuah relasi dengan beberapa kelompok nelayan di Karangantu, menguasai dan membagi spot tangkap ikan di laut melalui relasi kuasa yang mereka ciptakan dengan beberapa kelompok nelayan, mengklasifikasikan diri mereka sebagai kelompok pemodal bagi nelayan lain, untuk menciptakan sebuah kerjasama yang menguntungkan mereka sebagai kelompok bos lokal.

Kata Kunci: Relasi kuasa, Politik Lokal, Politisasi Laut, Bos Lokal

References

Ariyanto. (2003). Analisis Wacana Kritis: Pengantar Analisis Teks Media. LKis.

Agustino Leo. (2014). POLITIK LOKAL & OTONOMI DAERAH. Alfabeta, cv.

Arikunto, S. (1986). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Bina Kasara.

Ariyanto. (2003). Analisis Wacana Kritis: Pengantar Analisis Teks Media. LKis.

Budiardjo, M. (2021). Konsep Kekuasaan. In 6 Agustus: Vol. I (Issue 3). pt gramedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Konsep_kekuasaan

Creswell, J. w. (2007). Research Design, Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. UK: SAGE.

Danial dan Wasriah. (2009). Metode Penelitian Karya Ilmiah. Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan UPI.

Edward Aspinall. (2014). When Broker Betray : Clientalism, Social Network, And Electoral Politics In Indonesia. Jurnal Critical Asian Studis, 46, 548–568.

Erward Aspinall dan Ward Berenschot. (2019). Democrasy For Sale ; Pemilihan Umum. Klientalisme, dan Negara di Indonesia. Pustaka Obor.

Foucault, M. (1980). Power/Knowladge; Selected Interviews and Other Writings, 1972-1977. In Phanteon Books.

James C Scott. (n.d.). Patron-Client Politics and Political Change in Southeast Asia. The American Political Science Review.

John T Sidel. (1998). Capital, Coercion, and Crime Bossism in the Philippines Title.

Kebung, K. (2018). Membaca ‘Kuasa’ Michel Foucault dalam Konteks ‘Kekuasaan’ di Indonesia. Melintas, 33(1), 34–51. https://doi.org/10.26593/mel.v33i1.2953.34-51

Nambo, A., & Puluhuluwa, M. (2005). Memahami Tentang Beberapa Konsep Politik. MIMBAR : Jurnal Sosial Dan Pembangunan, 21(2), 262–285.

Nawawi & Martini. (2003). Metode Penelitian Bidang Sosial. Gajah Mada University Press.

Nurmiyati, N. (2021). Politik Sumber Daya Alam: Studi Terhadap Kepentingan Elit Politik Lokal Dalam Pemekaran Wilayah Di Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur. JWP (Jurnal Wacana Politik), 6(1), 49. https://doi.org/10.24198/jwp.v6i1.29810

Pribadi, Y. (2014). The Historical Roots and Identities of Local Strongmen Groups in Indonesia. Kawalu: Journal of Local Culture, 1(2), 101–144. http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/kwl/article/view/714

Rahardjo, M. (2012). Triangulasi Dalam Penelitian Kualitatif.

Ramli, M. (2016). PATRONASE POLITIK DALAM DEMOKRASI LOKAL ( Analisis Terhadap Terpilihnya Hj . Marniwati Pada Pemilukades Di Desa Jojjolo Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba ). Skripsi, Fakultas U(Jurusan Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar), 1–88.

Ridwan, S. H. dan. (2017). Maritime Axis And Indonesia’s National Security: Challenge And Hope. Jurnal Pertahanan & Bela Negara, 7(3), 83–98. https://doi.org/10.33172/jpbh.v7i3.242

Suaib, E., & Zuada, L. H. (2015). Fenomena ‘Bosisme Lokal’ Di Era Desentralisasi: Studi Hegemoni Politik Nur Alam Di Sulawesi Tenggara. Jurnal Penelitian Politik, 12(2), 51–69. http://ejournal.lipi.go.id/index.php/jppol/article/view/541

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Campuran. In Alfabeta. Alfabeta.

Widoyoko, E. P. (2014). Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Pustaka Belajar.

Yeschke. (2003). The Art of Investigative Interviwing.

Yulianto Arif. (2002). Hubungan Sipil Militer di Indonesia Pasca ORBA. PT Raja Grafindo Persada.

Downloads

Published

2023-03-31

Issue

Section

Articles